![Ketahui 6 Gaya Malu-malu Orang Indonesia Saat Beli Kondom [ www.BlogApaAja.com ]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjmq5XFpaD-Y17c1mBq6c4UkdG8T6K1EHLtZg0Lnb0ctiNHNMohcUViBTonmRSCzMVLZzaMcr1zG77b3sy1qatUXnKn8scFdAMnfefg4DBuKjuxwRW4qcfz8-oZhgfGRYtA7ANgKf5p2KY8/s320/gadis+SMA.jpg)
Sebagai alat kontrasepsi maupun perlindungan dari penyakit kelamin masih dianggap tabu sehingga banyak yang malu kalau harus membelinya. Di apotek, pembeli
kondom punya ciri tertentu yang membedakannya dari para pengunjung lainnya.
"Pasien yang mau
beli kondom biasanya tidak ingin ketahuan oleh pengunjung lain," kata Banu, seorang apoteker yang bekerja di salah satu jaringan apotek ternama.
Namun justru karena tidak ingin ketahuan, para pembeli
kondom sering berperilaku aneh sehingga jadi tampak beda dari pengunjung lainnya. Perilaku yang dimaksud Banu antara lain sebagai berikut:
1. Mondar-mandir dulu di depan apotek
Seorang pembeli
kondom biasanya ingin memastikan dulu situasi apoteknya aman, tidak sedang ramai pengunjung dan tidak ada yang mengenalinya. Bahkan sebelum masuk apotek, calon pembeli sering mondar-mandir dulu dan baru masuk kalau pengunjung lain sudah sepi.
2. Helm tidak dilepas
Karena malu, kebanyakan
orang yang mau
beli kodom tidak mau berlama-lama berada di apotek. Biar bisa langsung pergi secepat mungkin setelah mendapatkan barang yang diinginkan, maka helm pun tidak perlu dilepas.
3. Pakai slayer atau masker wajah
Menyamarkan identitas adalah salah satu modus
orang yang malu-malu
saat beli kondom. Menggunakan penutup muka seperti slayer atau masker cukup efektif menyamarkan wajah dan tidak terkesan berlebihan karena benda itu sering dipakai juga oleh pengendara motor.
4. Banyak
beli vitamin tidak penting
Tidak semua
orang punya nyali untuk langsung membeli
kondom sesampainya di apotek. Kadang pembeli akan membeli obat-obat yang tidak penting dulu seperti multivitamin, sambil menilai situasi apakah aman atau tidak, pelayannya ramah atau galak, baru kalau sudah yakin maka dia baru akan
beli kondom.
5. Hanya menunjuk, tidak banyak bicara
Kebanyakan pembeli
kondom di apotek agak malu kalau ketahuan oleh pengunjung lainnya. Oleh karena itu, kebanyakan lebih suka menunjuk-nunjuk
kondom yang inginkan sambil menyebut warna atau ciri-cirinya, daripada terang-terangan mengatakan mau
beli kondom merek tertentu.
6. Habis dilayani langsung disembunyikan
Di apotek,
orang yang membeli obat pasti akan memeriksa dulu belanjaannya untuk memastikan tidak ada yang salah. Khusus untuk pembeli
kondom, pemeriksaan dianggap buang-buang waktu dan memperbesar risiko ketahuan. Kebanyakan begitu dibayar, barang langsung masuk kantong atau dimasukkan plastik hitam.
ess7p331119:lyo7n9nc83/0w530/34jsoe-l2f2:o6o28oy-28oy-2cuor:9es8y
[read more..]